TEROPONGKOTA.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGB Zainul Majdi mendadak menyampaikan dukungannya kepada Presiden Joko Widodo untuk maju kembali sebagai calon presiden pada Pilpres 2019. Pernyataan dukungan ini seketika menghebohkan publik mengingat sosok ulama kharismatik itu sempat digadang-gadang sebagai capres umat penantang Jokowi yang selama ini dinilai tidak pro terhadap umat Islam.

Persaudaraan Alumni 212 menanggapi sikap TGB yang berbalik mendukung Jokowi itu. Nama TGB memang sempat masuk daftar nama capres yang direkomendasikan Rakornas PA 212 yang diselenggarakan di Cibubur pada 29 Mei 2018 lalu.

Humas Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin mengaku pihaknya tak kaget dengan sikap TGB. Menurutnya, sikap TGB dan partainya, Demokrat sejak awal memang tidak jelas positioningnya. Terlebih, Demokrat justru belakangan mendukung pembubaran ormas Islam.

“Kami punya rekam jejak (Demokrat) yang hitam walau sesaat pernah mendukung gubernur muslim namun sampai saat ini kembali ke habitat semula dengan keabu-abuannya,” kata Novel saat dihubungi redaksi melalui pesan tertulis pada Kamis (5/7/2018).

Bahkan, Novel membantah TGB pernah bergabung dalam Aksi Bela Islam yang dilakukan secara berjilid-jilid oleh Alumni 212. “(TGB) ga pernah bergabung dgn kami di Aksi Bela Islam dari pertama sampai saat ini,” ujarnya.

Novel curiga, perubahan sikap politik TGB sebagai bentuk tukar guling kasus dengan Jokowi sebagai calon petahana mengingat TGB pernah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi.

“HT (Harry Tanoe) juga pernah bersama kami mendukung gubernur muslim tapi dgn kasus pidananya bisa berbalik arah,” kata pria yanh juga Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) itu.

Novel pun menyebut PA 212 akan mencoret nama TGB sebagai sebagai capres rekomendasi Rakornas PA 212. Menurutnya, masuknya nama TGB sebagai rekomendasi saat itu hanya untuk mengakomodir aspirasi peserta.

“Kami hanya menampung aspirasi perserta rakornas dan kami melihat keulamaanya namun nanti bisa saja TGB kami coret sebagai capres yang pernah direkomendasikan di Rakornas PA 212 bersama 5 capres yang lain,” ujar Novel.

Sebelumnya, TGB menyatakan dukungannya kepada Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinannya di periode kedua. Keputusan mendukung Jokowi 2 periode, kata TGB, sudah melalui berbagai pertimbangan. Percepatan pembangunan NTB menjadi salah satu alasan.

“Kita juga di NTB ingin tetap maju. Ada juga pertimbangan akal sehat. Itu hal yang mendasar yang jadi faktor ambil kesimpulan. Kesimpulannya seperti itu,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here