TEROPONGKOTA.com – Kedai Kopi Phoenam adalah Kedai Kopi yang menyajikan aneka kopi otentik Sulawesi Selatan. Kedai ini beroperasi sejak tahun 1946 dengan cita rasa makassar.

Selain menjual minuman kopi, juga tersedia makanan enak seperti roti bakar dengan aneka rasa selai. Ada pula mie rebus ataupun goreng dengan campuran keju, telur dan lain sebagainya.

Kedai Kopi Phoenam Jakarta buka dari pukul 06.00 Wib hingga pukul 24.00 Wib. Dengan konsep arsitektur industrial-minimalis, Kedai Kopi Phoenam bisa menampung sekitar 100 orang.

Adapun Jakarta jadi lokasi cabang Kopi Phoenam kedua di bagian barat Indonesia. Sebelum Jakarta, Kopi Phoenam telah memiliki beberapa cabang di Makassar dan beberapa cabang daerah lainnya.

Sejarah Warkop Phoenam

Warkop Phoenam adalah Warung Kopi yang telah berdiri di tengah kota Makassar pada 1946 dan saat ini sudah menjadi salah satu ikon kuliner Makassar bersama coto gagak, coto paraikatte dan sop saudara Andalas.

Bagi para penikmat kopi Makassar kelas menengah ke atas, nama Warkop Phoenam tentu saja sudah tidak asing lagi. Warkop ini pertama kali didirikan tidak jauh dari Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar yang saat ini dikenal dengan nama jalan Nusantara. Sejak didirikan, cita rasa kopi susu dari Phoenam sudah menarik banyak konsumen fanatik dengan warung kopi ini.

Saat ini, warung kopi Phoenam sudah berada di tangan generasi ke dua dari pendiri awalnya yakni Lion Thay Hiong. Kendati demikian, cita rasa dari kopi Phoenam tidak berubah dan tetap sama sejak pertama kali didirikan. Konsistensi adalah rahasia yang dilakukan oleh para pengurus warung yang tidak pernah sepi pengunjung ini. Satu hal yang dijaga dari warkop ini adalah cara tradisional yang menghasilkan aroma dan cita rasa klasik dari Kopi khas Phoenam.

Pada awal pendiriannya, Lion Thay Hiong dibantu oleh dua orang kerabat dekatnya, salah satunya adalah Prof Dr. Tae Pen Lion yang tidak lain adalah paman dari Lion Thay Hiong. Berkat naluri bisnis dan jiwa kewirausahaan sang paman, warkop ini kemudian diberi nama warkop Phoe Nam.

Nama Phoe nam berasal dari dua kata dalam bahasa Mandarin, yang dapat berarti Tempat Transit di Selatan. Nama ini mungkin saja diambil dari letak geografis Makassar yang ada di bagian selatan dan tempat awal pendirian Warkopi ini berada dekat pelabuhan yang merupakan Gerbang pertama Ujungpandang saat itu.

Saat ini nama Phoenam bertransformasi menjadi satu suku kata saja yakni Warkop Phoenam dan telah dipatenkan oleh sang pemilik, Albert, sejak tahun 2006. Albert sendiri adalah anak dari Lion Thay Hiong yang meneruskan bisnis sang ayah.

“Phoenam berasal dari bahasa Mandarin yang artinya terminal atau tempat transit di selatan. Belakangan, untuk memudahkan pengucapannya dua kosa kata disatukan menjadi Phoenam,” jelas Albert, generasi kedua Warkop Phoenam saat disambangi beberapa waktu lalu di warkopnya, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta.

Kedai Kopi Phoenam yang terletak di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat itu menjadi tempat nongkrong para politisi, terutama yang berasal dari sulawesi selatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here