TEROPONGKOTA.com – Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, menilai kasus dugaan penganiyaan yang dilakukan sopir taksi Blue Bird, Firdaus terhadap konsumennya, VN, masuk ke ranah pidana.

“Yang pertama kalau pemukulan atau penganiayaan itu udah masuk pidana ya, bukan perdata,” kata dia, kepada wartawan, Senin (13/5/2019).

Untuk itu, dia meminta, Polri segera mengusut kasus yang dialami VN atas aksi supir Blue Bird tersebut.

“Harus segera diproses secara pidana seharusnya polisi harus segera melakukan penyelidikan, polisi proaktif,” ujarnya.

Selain itu, dia meminta pihak Manajemen Blue Bird, mengevaluasi serta memberi aturan yang tegas terhadap para driver jika melakukan aksi-aksi kriminal.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Pondokgede, AKP Supriyanto mengatakan kasus yang dialami VN masih dalam penyelidikkan. “Masih Lidik mas,” ujarnya.

Namun dalam keperluan penyelidikan, pihaknya berencana akan memanggil korban untuk dimintai keterangan, Pasalnya pada saat laporan bukan korban langsung yang melapor, melainkan orangtuanya.

“Kita akan mintain keterangan terlebih dahulu korban. Karena yang melapor kemarin ibunya, setelah itu kami akan memanggil supirnya,” ujarnya.

Saat ditanya, apakah supir tersebut sudah dilakukan tes urin, Sipriyanto kembali mengungkapkan akan terlihat setelah pemeriksaan.

“Nanti kita lihat pemeriksaannya,” tutupnya.

Untuk diketahui, Perselisihan seorang sopir taksi terhadap penumpang viral di media sosial (medsos). Seorang pelajar wanita berinisial VN (16) dikabarkan menjadi korban pemukulan seorang sopir taksi Blue Bird, Rabu 8 Mei 2019.

Kisah tersebut dibagikan oleh sang ibu melalui akun Instagram milik korban yang kemudian menjadi viral. Berdasarkan unggahan ibu korban, diceritakan awalnya sang anak pulang sekolah menggunakan taksi yang disopiri Firdaus.

Selama di perjalanan, sopir disebutkan korban mengendarai secara ugal-ugalan. Setelah sampai di kediamannya di Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat, korban mengadu kepada orangtuanya tentang cara mengemudi Firdaus yang mengancam keselamatannya.

Merasa tidak terima dengan kelakuan sang sopir, orangtua VN lalu memberikan ongkos sembari menegur Firdaus. Bukannya meminta maaf, Firdaus justru meradang dan menantang duel ayah korban.

Kaget mendengar jawaban sopir, ayah VN sontak meraih ponsel dan menelepon kantor pusat perusahaan taksi kenamaan tersebut.

“Tiba-tiba dia lepas seatbelt, keluar mobil dan melepas kemeja kerjanya hingga cuma terlihat pakai singlet,” tulis ibu korban.

Menyadari sang sopir tak main-main, ayah korban kemudian menghampiri hendak melayani keinginan Firdaus berduel.

“Saat papa menghampiri, si sopir dengan sengaja membody, merangsek maju sambil membentur-benturkan badannya ke badan papa seolah memancing keributan fisik,” tulis ibu korban lagi.

Menyadari sang sopir tak main-main, ayah korban kemudian menghampiri hendak melayani keinginan Firdaus berduel.

“Saat papa menghampiri, si sopir dengan sengaja membody, merangsek maju sambil membentur-benturkan badannya ke badan papa seolah memancing keributan fisik,” tulis ibu korban lagi.

Khawatir terjadi perkelahian, VN lalu berusaha melerai dan menghubungi customer service Blue Bird. Tanpa disangka, Firdaus tiba-tiba menghardik VN dengan kata-kata kasar sambil memukulnya sebanyak tiga kali.

“Akhirnya sopir memukul duluan papa Vanya tapi meleset ke samping kepala. Saat itu Vanya sedang memegang HP dan sedang bicara dengan petugas call center. Si sopir balik marah ke Vanya dan berteritak ‘apa kamu anak kecil, cewek juga, bisa apa kamu’ sambil menampar anak saya di bagian pelipis dan pipi sampai memar,” sambung ibu korban.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan orangtua korban ke Polsek Pondokgede. VN juga melakukan visum di RS Asrama Haji, Pondokgede

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here