JAKARTA – Program bantuan sosial (bansos) pada 2021 mendatang tidak akan semasif tahun ini. Pemerintah akan lebih fokus pada program vaksinasi Covid-19 secara bertahap dan membutuhkan anggaran yang besar.

Demikian disampaikan Menteri Sosial, Juliari Batubara dalam Indonesia Bicara: Efek Bergulir Bantuan Sosial seperti disiarkan langsung di Channel Youtube Media Indonesia, Kamis (15/10/2020).

“Rencananya bansos tahun depan tidak semasif tahun ini. Karena fokus daripada pemerintah sesuai dengan instruksi presiden (Joko Widodo) adalah pemulihan kegiatan ekonomi dan bagaimana kita mengadakan vaksin,” ujar Juliari Batubara.

“Program vaksinasi ini juga sangat masif dan membutuhkan anggaran triliunan juga. Sehingga bantuan sosial dari Kemensos akan dikonsolidasikan, dikurangi sedikit,” jelas politikus PDI Perjuangan ini.

Namun kata Juliari Batubara, bantuan sosial reguler berupa pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) yang akan tetap berjalan normal pada 2021.

Baca juga: Disiplin 3M Jadi Kunci Jitu Putus Penyebaran Covid-19

Kemensos menyasar 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

“Untuk program PKH tetap berjalan dengan normal,” paparnya.

Kemudian kata dia, anggaran yang ada juga ditujukan untuk program bansos sosial tunai (BST) selama enam bulan.

“Tambahannya yang ada anggarannya adalah bansos tunai untuk enam bulan dari Januari hingga Juni,” jelasnya.

Sedangkan bansos lain seperti bantuan sembako dan lain-lain, lanjut dia, untuk sementara tidak akan dilanjutkan pada tahun depan.

Namun dia mengatakan, hal ini sifatnya masih sementara dan fleksibel tergantung situasi tahun depan.

“Tambahannya yang ada anggarannya adalah bansos tunai untuk enam bulan dari Januari hingga Juni,” jelasnya.

Sedangkan bansos lain seperti bantuan sembako dan lain-lain, lanjut dia, untuk sementara tidak akan dilanjutkan pada tahun depan.

Namun dia mengatakan, hal ini sifatnya masih sementara dan fleksibel tergantung situasi tahun depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here