Foto istimewa

Sejumlah anak penyandang disabilitas di Wonogiri mendapatkan bantuan alat bantu mobilitas dari Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof. Dr. Soeharso Surakarta.Bantuan itu sendiri diklaim telah melalui serangkaian assesmen sehingga sesuai dengan kebutuhan anak penyandang difabel.

“Bantuan alat bantu ini sebenarnya follow up dari asessmen anak-anak ini. Yang paling penting assesmennya,” ungkap Kepala BBRSPDF Prof. Dr. Soeharso Surakarta Heri Kris Sritanto kepada wartawan di Wonogiri,Kamis (10/9).

Adapun anak penyandang difabel yang berkesempatan mendapat bantuan adalah Ana Chasanah dan Ani Chasanah(14) anak kembar asal Desa Semagar Kecamatan Girimarto. Kedua gadis itu mendapat bantuan dua buah kursi roda yang sudah dimodifikasi. Kemudian Avrell Anandhita Kusumaningtyas (9) warga Kelurahan Giripurwo Kecamatan Wonogiri Kota. Bocah kecil ini memiliki keterbatasan yakni kaki kanannya kecil. Ia mendapat bantuan sebuah ankle foot orthosis (AFO).

Menurutnya, sebelum mendapatkan bantuan alat bantu itu mereka terlebih dahulu mendapatkan terapi selama beberapa hari.Selain itu,sebelum diberikannya bantuan,terlebih ada tahapannya yang harus dilalui yakni tahapan assesmen.Dengan begitu,alat bantu yang mereka gunakan akan lebih tepat setelah diassesmen.

Dia mencontohkan,seperti halnya yang dialami kedua gadis cilik asal Girimarto.Mereka disebut mengalami muscular distrophy proggresive. Sehingga,semakin hari semakin melemah ototnya. Hal lain yang harus diperhatikan kata Heri adalah alat bantu yang digunakan tidak boleh asal-asalan. Harus dilihat terlebih dahulu, apakah kursi roda yang dipakai sesuai atau tidak.

“Mereka sudah pernah menerima bantuan kursi roda,tapi ketika dipakai tidak sesuai. Kalau misal kursi roda yang didapat tidak sesuai, bisa membuat semakin parah keadaannya,” tegas Heri.

Ditambahkan, pihaknya tetap mengapresiasi perhatian dari masyarakat kepada si anak. Dia berharap masyarakat bisa memahami kalau kebutuhan setiap penyandang difabel itu berbeda-beda.Dia mengimbau agar sebelum memberikan bantuan kepada anak difabel sebaiknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan dinas terkait setempat ataupun pihaknya.

“Tidak cuma kursi roda, alat bantu dengar pun begitu. Perlu diassesmen dulu,” imbuhnya.

Artikel ini sudah terbit di https://timlo.net. Dengan judul: Jangan Asal, Memberi Alat Bantu untuk Difabel Bisa Memperburuk Kondisi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here