BANDUNG – Kementerian Sosial melalui Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) “Wyata Guna” Bandung, hadir menyalurkan 475 paket Bantuan Sosial (Bansos) Kemandirian untuk Tahap I berupa Cash Transfer senilai Rp2 juta kepada Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (PDSN), (12/9).

Mekanisme penyaluran bansos kemandirian yaitu, PDSN mengajukan permohonan ke Balai “Wyata Guna” Bandung dengan diketahui Dinas Sosial Kab/Kota kemudian Balai melakukan verifikasi dan validasi.

Setelah melalui validasi dan verifikasi data, PT.Bank Mandiri (Persero) tbk akan membuat rekening atas nama penerima bansos untuk kemudian ditansfer uang sejumlah Rp.2 juta ke masing-masing penerima bansos. Bantuan tersebut merupakan kerja sama dengan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Didampingi oleh Pendamping Penyandang Disabilitas (PPD) dengan pengawasan dari Dinas Sosial Kabupaten/Kota/Provinsi setempat, PDSN penerima bansos harus membelanjakan uangnya menjadi paket bansos yang sudah ditetapkan oleh Balai Wyata Guna.

Paket bansos tersebut berupa warung klontongan, ranjang pijat, handphone dan warung kopi, dan tersebar di 10 provinsi yaitu, Provinsi Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Provinsi Kalimantan Timur.

Mekanisme penyaluran bansos kemandirian yaitu, BRSPDSN “Wayata Guna” Bandung memberikan informasi kepada Dinas Sosial Kab/Kota di 10 provinsi di atas dan Orgamisasi Penyandang Disabilitas lalu Dinsos akan melakukan pendataan, kemudian PDSN mengajukan permohonan yang dikirimkan ke Balai “Wyata Guna” Bandung dengan diketahui Dinas Sosial Kab/Kota kemudian Balai melakukan verifikasi dan validasi.

Setelah melalui validasi dan verifikasi data, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan membuat rekening atas nama penerima bansos untuk kemudian ditansfer uang sejumlah Rp.2 juta ke masing-masing penerima bansos.

Muhammad Taufik, merupakan salah satu PDSN dari Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang menerima paket bansos mengungkapkan rasa syukurnya . “Alhamdulilah hari pertama membuka warung kelontongan mendapat omzet Rp. 125 ribu dan hari kedua meningkat menjadi Rp400 ribu, Terima Kasih Balai Wyata Guna,” kata Jumari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here