BANDUNG – Upaya mengatasi masalah sosial dengan cepat, Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial membangun sinergitas dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan salah satunya Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Pusat (MPS) PP Muhammadiyah.

MPS PP Muhammadiyah merupakan organisasi yang mengembangkan dan mereformasi tata kelola pelayanan sosial untuk meningkatkan kinerja, membentuk lembaga-lembaga sosial alternatif serta penguatan amal usaha Muhammadiyah di bidang sosial seperti panti asuhan yatim piatu, anak jalanan dan panti werda untuk lansia terlantar.

“Kelompok sasaran dari program MPS Pimpinan Pusat Muhammadiyah seperti anak terlantar, lansia hingga penyandang disabilitas memiliki kesamaan dengan layanan dari Kemensos. Melalui program dari MPS PP Muhammadiyah yang erat kaitannya dengan tanggung jawab program Ditjen Rehsos Kemensos,” kata Dirjen Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat dalam pertemuan virtual dengan Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Pusat (MPS PP) Muhammadiyah di Bandung, Sabtu (12/9/2020).

Adapun pelayanan sosialnya sejalan dengan model pelayanan di Kemensos, salah satunya adalah pengasuhan berbasis keluarga yang menjadi prioritas layanan sosial di Kemensos.

“Dengan arah kebijakan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, berupa Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang dari sisi kepentingan nasional, program-program layanan sosial ini sifatnya berbasis siklus hidup, mulai dari penanganan terhadap anak hingga lansia, ” kata Harry.

Dengan digandeng peran MPS PP Muhammadiyah, Kemensos optimis mampu menjawab tantangan perluasan jangkauan pelayanan sosial kepada 75,04 juta jiwa Penerima Manfaat (PM) terdiri dari Anak, Penyandang Disabilitas, Lansia, Korban Penyalahgunaan Napza serta Korban Perdagangan Orang dengan berbagai cara dan strategi yang dibangun bersama.

“Kemensos bersama LKS mampu menjangkau lebih banyak PM tanpa harus dibawa ke Balai Rehabilitasi Sosial maupun ke LKS. Penerima Manfaat (PM) bisa diberikan pelayanan di keluarga dengan bantuan pelayanan seperti kunjungan ke rumah (home care),” kata Harry.

ATENSI lahir atas dasar perubahan paradigma layanan yang semula sektoral menjadi pelayanan sosial terpadu dan berkelanjutan. Hal ini akan dikembangkan oleh Kemensos dalam bentuk Sentra Layanan Sosial (SERASI) yang menyinergikan layanan-layanan sosial lainnya.

Melalui jangkauan yang diperluas kepada seluruh warga dan terstandardisasi oleh sumberdaya manusia yang profesional. Pelayanan rehabilitasi sosial mengedepankan peran dan tanggung jawab keluarga serta masyarakat sedangkan layanan oleh lembaga akan bersifat sementara (temporer).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here