Jakarta – Pemerintah tengah menyalurkan Bansos Tunai (BST) kepada 9 juta kepala keluarga rentan miskin yang terdampak virus Corona (Covid-19). Masing-masing kepala keluarga (KK) menerima bantuan senilai Rp300 ribu selama periode bulan Juli hingga Desember tahun ini.

“Bapak Presiden melakukan perpanjangan BST yang kemudian jumlah indeks bantuannya ditingkatkan sebesar Rp300 ribu sesuai pada kondisi saat ini selama enam bulan ke depan,” kata Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial Asep Sasa Purnama dalam keterangannya, Selasa 27 Oktober 2020.

Menurut dia, program BLT ini adalah kelanjutan dari program yang sebelumnya yang telah disalurkan kepada 9 juta kepala keluarga terdampak wabah global ini beberapa waktu lalu.

Saat itu, bantuan diberikan pada periode waktu April hingga Juni dengan besaran yang diterima secara akumulatif oleh masing-masing kepala keluarga terdampak sebesar Rp600 ribu/bulan.

“Bantuan ini diberikan oleh pemerintah melalui dua gelombang. Gelombang pertama itu dari bulan April sampai bulan Juni itu indeks bantuannya itu sebesar Rp600 ribu. Dan mulai Juli hingga Desember nanti di Gelombang II dengan indeks Rp300 ribu,” katanya.

Masyarakat yang telah mendapatkan bantuan ini, adalah mereka yang tidak menerima bansos lain dari Kemensos, yakni bansos PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Program Sembako.

”Dengan demikian, ada masyarakat yang lain yang belum memdapat bantuan bisa menerima bantuan. Jadi  ada pemerataan,” katanya.

Terdapat beberapa wilayah yang tidak mendapatkan bantuan jenis ini seperti Kota Bekasi, Provinsi DKI Jakarta, Kota Tangerang, dan Kota Bogor. Karena pemerintah daerah terkait sudah membantu menggelontorkan sejumlah bantuan kepada masyarakat yang terdampak di wilayahnya tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here