Sukabumi – Kementerian Sosial mendorong masyarakat di Desa Cihamerang di Desa Cihamerang dan Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Sukabumi, memperkuat lingkungan dari potensi pelecehan seksual anak. Melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) berbasis komunitas melakhukan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) berbasis komunitas, Sabtu (24/10/2020).

Melalui Balai Anak Handayani dengan dukungan UNICEF, Kemensos menggelar Diskusi Kelompok Terfokus bersama tokoh-tokoh masyarakat dengan tema “Ngasuh Babarengan”.

“Para peserta dapat mengidentifikasi kekuatan-kekuatan yang ada di desa dan mengkategorisasikan menjadi faktor pelindung yang dimiliki desa. Selanjutnya, peserta merumuskan tema, simbol, makna logo, visi dan misi, serta nilai untuk pembentukan dasar-dasar Komunitas Peduli Anak atau Satuan Tugas Peduli Anak (Satgas Peduli Anak),” kata Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kanya Eka Santi, yang menghadiri kegiatan tersebut.

Dengan terbentuknya dasar-dasar dari Satgas Peduli Anak, para peserta dapat mengidentifikasi kekuatan-kekuatan yang ada di desa dan mengkategorisasikan menjadi faktor pelindung yang dimiliki desa serta masyarakatnya.

Di samping faktor pelindung, masing-masing peserta menyebutkan faktor-faktor risiko (permasalahan atau kekurangan) yang ada di wilayah tersebut. “Dari faktor-faktor risiko, ditentukan prioritas masalah yang ada untuk dapat diatasi bersama-sama dengan masyarakat untuk selanjutnya menetapkan rencana tindak,” Kanya menambahkan.

Kegiatan diskusi terfokus di Desa Cihamerang menghasilkan rencana tindak lanjut. Di antaranya peningkatan kapasitas anak, peningkatan kapasitas orang tua, serta penguatan mengenai hak dan kewajiban orang tua dan anak (pertemuan seluruh ketua RT).

Selain itu, rencana tindak lanjut yang akan dilakukan di Desa Cipeuteuy adalah pelatihan pengasuhan anak di Dusun Cisalimar dan Arendah, serta penyuluhan tentang hak anak terhadap tokoh masyarakat Desa Cipeuteuy.

Kegiatan ini merupakan respon terhadap terjadinya sodomi terhadap puluhan anak di Desa Cihamerang dan Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan beberapa bulan lalu.

Selain melakukan rehabilitasi sosial terhadap anak dan keluarganya, Kementerian Sosial memandang penting memperkuat komunitas di lingkungan anak agar mereka lebih peduli dan responsif terhadap berbagai persoalan anak.

Atensi Berbasis Komunitas ini bertajuk “Komunitas Peduli Anak” dengan tagline “Untuk wilayah Jawa Barat Ngasuh Babarengan”. Kegiatan diawali dengan Diskusi kelompok Terfokus bersama tokoh-tokoh masyarakat di Desa Cihamerang dan Cipeuteuy untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko dan protektif, sumber-sumber di kedua desa serta rencana tindak perlindungan anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here