JAKARTA – Dari balik pintu, terlihat wanita dengan paras tegas, berusaha meraih tongkat dengan tangan kanannya. Tongkat itu, adalah yang selama ini membantunya berdiri. Senyum dan candanya seakan membuat suasana di tengah hujan menjadi hangat kembali.

Farida namanya, wanita berusia 70 tahun. Dahulu adalah perantau asal Gresik, Jawa Timur. Sedih ketika mendengar cerita bahwa sang nenek harus kehilangan separuh dari kaki kanannya. Rupanya 5 bulan yang lalu, Farida menderita luka di kaki yang disebabkan penyakit gula, dan harus menjalani 2 kali operasi amputasi kaki kanannya.

Kegemarannya merantau, membuat Farida berpindah-pindah tempat tinggal dan pekerjaan. Ia juga terpaksa harus meninggalkan anak-anaknya. Namun, bukan tanpa alasan dia melakukan semua itu.  Tujuannya hanya satu. Membahagiakan anak, dengan membangunkan rumah untuk masing-masing anak di Palembang. Farida, pernah menjadi juru masak pribadi walikota Bontang yang kini telah pensiun.

“Saya sudah tua, dan ingin kembali tinggal dengan Andri, bersyukur masih ada yang mau menampung saya di sini dengan kondisi seperti sekarang ini,” ucapnya sambil mengarahkan pandangannya ke arah wanita paruh baya di sebelah kirinya.

Farida mempunyai 3 anak dari hasil 3 kali pernikahannya. Suaminya kini telah meninggal, Andri adalah anak terakhir yang menginginkan ibunya pulang ke Palembang namun terkendala biaya.

Mendengar hal ini, Yayasan Pandu Qolby mengirimkan pengaduan ke Balai Lansia “Gau Mabaji” untuk membantu menangani masalah ini. Balai Lansia “Gau Mabaji kemudian segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Bontang dan mengirimkan tim untuk melakukan manajemen kasus.

Kepala Dinas Sosial Kota Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan Gau Mabaji sangat responsive dalam menerima aduan dan bertindak cepat dalam menangani masalah kelanjut usiaan. “Manajemen kasus ini nantinya akan dilanjutkan case conference (pembahasan kasus) bersama stakeholder terkait untuk menentukan layanan rehabilitasi sosial yang terbaik bagi lanjut usia,” ujar Safa Muha.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here